Kota Magelang — SMA Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Salah satu upaya strategis yang kini menjadi sorotan adalah pengembangan metode belajar Matematika berbasis teknologi digital, sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Kepala SMA Mutual, menyampaikan bahwa transformasi pembelajaran digital bukan hanya tuntutan zaman, tetapi juga peluang besar untuk mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif.
“Era digital ini membuka banyak kesempatan bagi sekolah untuk menghadirkan pembelajaran Matematika yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan gaya belajar generasi sekarang. Kami ingin memastikan bahwa siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menantang,” ujarnya.
Guru-guru Matematika di SMA Mutual kini aktif mengintegrasikan berbagai media dan aplikasi pembelajaran, seperti GeoGebra, Classroom, papan tulis digital, simulasi interaktif, hingga learning management system (LMS) sekolah. Metode ini memungkinkan siswa melakukan eksplorasi konsep abstrak secara visual, serta memberikan kesempatan guru untuk melakukan asesmen secara cepat dan akurat.
Salah satu guru Matematika, menuturkan bahwa penggunaan aplikasi interaktif sangat membantu siswa memahami konsep dengan lebih mendalam.
“Siswa bisa melihat langsung representasi grafik, memanipulasi bentuk geometri, atau menguji rumus secara digital. Ini membuat proses belajar lebih konkret dan tidak lagi membosankan,” jelasnya.
Selain aplikasi digital, SMA Mutual juga menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) untuk mendorong siswa memecahkan masalah dengan pendekatan nyata. Dalam beberapa kegiatan, siswa diminta membuat model matematika untuk menjawab permasalahan sehari-hari, seperti analisis data, pengukuran bangunan, hingga perencanaan anggaran sederhana.
Metode kolaboratif juga diterapkan melalui diskusi kelompok berbasis digital, sehingga siswa dapat berinteraksi dan bertukar ide secara fleksibel, baik di dalam maupun luar kelas.
Penerapan metode digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi juga peningkatan literasi digital dan numerasi siswa. Melalui pelatihan internal, guru-guru dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dan aman, sehingga pembelajaran tetap terarah dan sesuai tujuan kurikulum.
Kepala sekolah menambahkan, “Kami ingin menjadikan SMA Mutual sebagai sekolah yang siap menghadapi tantangan masa depan, dengan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga melek digital dan berakhlak baik.”
Upaya inovasi pembelajaran ini selaras dengan visi SMA Mutual untuk menghadirkan pendidikan yang Islami, unggul, dan berwawasan lingkungan. Teknologi dipandang sebagai sarana untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan menggantikannya.
Dengan berbagai terobosan ini, SMA Mutual Kota Magelang berharap dapat terus mencetak generasi yang adaptif, kompeten, dan mampu bersaing pada jenjang pendidikan selanjutnya serta di kehidupan nyata.


Add a Comment